Egel
Oleh Muklis Dwi Putra
21 Februari 2019
Pada
suatu hari hiduplah seekor garuda berwarna kuning bernama Egel. Dia adalah
seekor burung garuda yang gemar mengadu kekuatannya dengan hewan yang lain.
Suatu ketika Sang Singa Si Raja Hutan Leo, mengadakan suatu turnamen bela diri yang
berjudul “Aliance Games III”.
“Wahai
para hewan buktikanlah kekuatanmu di benua ini, pemenang akan mendapatkan hadiah
berupa kejayaan dan kebanggaan!” Kata Raja Leo.
Egel
pun sangat bersemangat mengikuti turnamen tersebut. Sebelum turnamen dimulai
Egel berlatih tanding dengan Kangoro dari pulau sebelah. Pertarungan
berlangsung sengit. Kangoro adalah seekor hewan kangguru yang ahli bertarung
dengan tinjunya. “Wush, wush” Kangoro mencoba memukul Egel, hanya saja Egel
bisa dengan mudah menghindarinya karena Egel bisa terbang.
“Bagaimana
caraku agar bisa menyerangnya?” Pikir Egel.
Sambil
terbang Egel terbesit serangan cepat yang ampuh, yaitu “Shutdown Strike.”
Shutdown Strike adalah serangan menukik dari udara yang mematikan lawan. Hanya
saja Kangoro sangat hebat, saat serangan menukik dari Egel datang dia langsung
menyambutnya dengan tinju super nya “Super Puch”.
“Plak!!!”
Egel langsung terpelating jatuh saat terkena Super Punch dari Kangoro. Egel
tidak menyerah dia langsung bangkit dan terbang ke udara. Dia kembali
memikirkan cara bagaimana cara mengalahkan Kangoro.
Waktu
terus berlalu, dan akhirnya senja pun tiba. Pertarungan dihentikan. Sehingga
pertarungan dianggap seri. Egel yang terluka hanya bisa berisitirahat untuk
memulihkan tubuhnya.
Hari
demi hari pun berlalu akhirnya tibalah saatnya turnamen Aliance Games III dimulai.
Egel sudah siap mengahadapi semua lawan. Pada turnamen itu ada delapan hewan
yang turut serta, salah satu dari mereka adalah Egel Sang Garuda.
Turnamen
pun dilangsungkan. Pembukaan turnamen tersebut adalah pertandingan antara Egel
melawan Taro seekor harimau kuning dari Negeri Jiran. Pertarungan tidak begitu
sulit, Egel bisa mengalahkan Taro dengan mudah.
Pertarungan
selanjutnya Egel melawan Eleven, seekor gajah putih dari Pegunungan Hilmalaya. Egel
sedikit kesulitan mengahadapi Eleven karena belalainya yang panjang sangat
merepotkan. Akhirnya dengan susah payah Egel berhasil menang dan masuk ke babak
final.
Pertarungan
terakhir, pertarungan melawan Chen, Harimau Putih dari Negeri Jiran. Lawan kali
ini juga dari Negeri Jiran. Egel pernah mengalahkan Taro yang juga dari Negeri
Jiran. Dia merasa akan mudah saat melawan Chen nanti. Akhirnya malam sebelum
pertandingan Egel malah bersantai dan tidak berlatih seperti saat bersiap
menghadapi lawan-lawan sebelumnya.
Pertandingan
Final pun dimulai, Egel tidak mengira teknik yang digunakan Chen berbeda dengan
teknik yang digunakan Taro. Meskipun berasal dari negeri yang sama, ternyata
Chen dari perguruan yang berbeda dengan Taro. Egel mencoba mencari kelemahan
Chen, namun Teknik Chen sangat luar biasa sehingga Egel sangat kesulitan untuk
mengalahkan Chen.
Akhirnya
Chen berhasil mengalahkan Egel, dan Chen menjadi juara pada turnamen tersebut.
Egel sangat sedih saat mengalami kekalahan. Kemudian Draco, Seekor Naga yang 5
tahun yang lalu menjuarai turnamen “Aliance Games II” Mendatangi Egel dan
menepuk bahunya.
“Jangan
pernah meremehkan setiap lawanmu, Egel. Kau tidak boleh sombong karena
kesombongan akan menghancurkan siapa saja!” Kata Draco.
Egel
pun merenungi kesalahan yang diperbuatnya dan terus berlatih dengan tekun.
Kemudian 5 tahun pun berlalu. Turnamen “Aliance Games IV” dimulai. Egel
berhasil menjuarai turnemaen tersebut dan bisa mengalahkan semua lawannya. Egel
pun sekarang menjadi guru bela diri yang terkenal di seluruh penjuru dunia.
Selesai