Selasa, 26 Februari 2019

Cerpen "Egel"

Egel

Oleh Muklis Dwi Putra
21 Februari 2019


Pada suatu hari hiduplah seekor garuda berwarna kuning bernama Egel. Dia adalah seekor burung garuda yang gemar mengadu kekuatannya dengan hewan yang lain. Suatu ketika Sang Singa Si Raja Hutan Leo, mengadakan suatu turnamen bela diri yang berjudul “Aliance Games III”. 
“Wahai para hewan buktikanlah kekuatanmu di benua ini, pemenang akan mendapatkan hadiah berupa kejayaan dan kebanggaan!” Kata Raja Leo.
Egel pun sangat bersemangat mengikuti turnamen tersebut. Sebelum turnamen dimulai Egel berlatih tanding dengan Kangoro dari pulau sebelah. Pertarungan berlangsung sengit. Kangoro adalah seekor hewan kangguru yang ahli bertarung dengan tinjunya. “Wush, wush” Kangoro mencoba memukul Egel, hanya saja Egel bisa dengan mudah menghindarinya karena Egel bisa terbang.
“Bagaimana caraku agar bisa menyerangnya?” Pikir Egel.
Sambil terbang Egel terbesit serangan cepat yang ampuh, yaitu “Shutdown Strike.” Shutdown Strike adalah serangan menukik dari udara yang mematikan lawan. Hanya saja Kangoro sangat hebat, saat serangan menukik dari Egel datang dia langsung menyambutnya dengan tinju super nya “Super Puch”.
“Plak!!!” Egel langsung terpelating jatuh saat terkena Super Punch dari Kangoro. Egel tidak menyerah dia langsung bangkit dan terbang ke udara. Dia kembali memikirkan cara bagaimana cara mengalahkan Kangoro.
Waktu terus berlalu, dan akhirnya senja pun tiba. Pertarungan dihentikan. Sehingga pertarungan dianggap seri. Egel yang terluka hanya bisa berisitirahat untuk memulihkan tubuhnya.
Hari demi hari pun berlalu akhirnya tibalah saatnya turnamen Aliance Games III dimulai. Egel sudah siap mengahadapi semua lawan. Pada turnamen itu ada delapan hewan yang turut serta, salah satu dari mereka adalah Egel Sang Garuda.
Turnamen pun dilangsungkan. Pembukaan turnamen tersebut adalah pertandingan antara Egel melawan Taro seekor harimau kuning dari Negeri Jiran. Pertarungan tidak begitu sulit, Egel bisa mengalahkan Taro dengan mudah.
Pertarungan selanjutnya Egel melawan Eleven, seekor gajah putih dari Pegunungan Hilmalaya. Egel sedikit kesulitan mengahadapi Eleven karena belalainya yang panjang sangat merepotkan. Akhirnya dengan susah payah Egel berhasil menang dan masuk ke babak final.
Pertarungan terakhir, pertarungan melawan Chen, Harimau Putih dari Negeri Jiran. Lawan kali ini juga dari Negeri Jiran. Egel pernah mengalahkan Taro yang juga dari Negeri Jiran. Dia merasa akan mudah saat melawan Chen nanti. Akhirnya malam sebelum pertandingan Egel malah bersantai dan tidak berlatih seperti saat bersiap menghadapi lawan-lawan sebelumnya.
Pertandingan Final pun dimulai, Egel tidak mengira teknik yang digunakan Chen berbeda dengan teknik yang digunakan Taro. Meskipun berasal dari negeri yang sama, ternyata Chen dari perguruan yang berbeda dengan Taro. Egel mencoba mencari kelemahan Chen, namun Teknik Chen sangat luar biasa sehingga Egel sangat kesulitan untuk mengalahkan Chen.
Akhirnya Chen berhasil mengalahkan Egel, dan Chen menjadi juara pada turnamen tersebut. Egel sangat sedih saat mengalami kekalahan. Kemudian Draco, Seekor Naga yang 5 tahun yang lalu menjuarai turnamen “Aliance Games II” Mendatangi Egel dan menepuk bahunya.
“Jangan pernah meremehkan setiap lawanmu, Egel. Kau tidak boleh sombong karena kesombongan akan menghancurkan siapa saja!” Kata Draco.
Egel pun merenungi kesalahan yang diperbuatnya dan terus berlatih dengan tekun. Kemudian 5 tahun pun berlalu. Turnamen “Aliance Games IV” dimulai. Egel berhasil menjuarai turnemaen tersebut dan bisa mengalahkan semua lawannya. Egel pun sekarang menjadi guru bela diri yang terkenal di seluruh penjuru dunia.

Selesai